first_love again?
Aku beranjak dari dudukku saat kulihat Honda jazz hitam milik kakakku berhenti tepat di depan kampusku, pintu terbuka dan…. Eh bukan kak One
“silahkan masuk tuan putri” si sopir mempersilahkan aku masuk ke jok sang driver dengan
“pengen mati bareng ya” sungutku
“ya nggak lah masak dah mau mati
“hayo terusinn….” Cowok dengan kemeja putih itu kontan mingkep saat aku siap-siap melemparinya dengan bola di tanganku
“he he he pisss ya…. Ntar kenak kaca mobil lho treus dimarahi sama mas One ” ujarnya nyenger sambil ngacungin kedua jarinya
“sebodo” tuasku tetap memainkan bola di tanganku
“leh, ntar kakak yang kena marah mas”
“bagus malah tuh”
“tega amat sih, amat aj gak tega”
“se… bo.. do! Udah ah pulang yuk, lapar banget nih” aku melangkah menuju jok depan di samping pengemudi tentunya, kalau tetap nekat duduk di jok pengemudi bisa-bisa bener-bener dead together ntar, masalahnya aku belum boleh nyetir sama kakak katanya amsih terlalu kecil. Perlu sodara-sodara ketahui,sekarang saya sudah semester V, yah masih kecil :D
ÏÏÏ
Ubaidillah Az-Zaen atau teman-teman dan aku biasa memanggilnya dengan kak Obeth,oaring yang sekarang mengemudi di sampingku ini adalah tunangannku, usiany terpaut 5 tahun dari usiaku (maksudnya lebih tua kak Obeth dariku J). Hari ini adalah bulan kelima sejak kejadian di taman (baca cerita sebelumnya : first love never last) saat aku menemui orang dari masa laluku,cinta pertamaku, saat ku menyakiti htinya untuk yang kedua kalinya. Yeah, sekarang aku dah bertekad akan jadi tunangan yang baik untuknya. Wajib.
Aku tahu bukanlah hal mudah melupakana seseorang apalagi jika orang itu adalah orang pertama yang mengenalkan kita pada getaran aneh di dada ini yang kata orang itulah yang dinamak cinta. Cinta pertama. Benar-benar hal yang hampir tidak mungkin.hingga saat ini rasa itu masih ada entah sampai kapan.tapi aku sudah memilih,biarlah rasa itu tetap ada hingga ia lelah sendiri menghuni hati terdalamku dan biarlah maalalu itu cukup jadi kenangan dan pelajaran buatku tentang cinta,karena aku sudah punya masa depan. Kak Obeth.
“masih lapar?” suara kak Obeth membuyarkan lamunanku dansukses membuatku gelagapan karena ketahuan bengong
“eh?” hanya itu yang keluar dari bibirku ake menggaruk kepalaku yang samasekali tidak gatal
“ketombean ya? Atau kutuan..?” tanyanya sok serius sebelum kembali focus nyetir
“jelek”
“ya, emang jelek kalau sedang manyun gitu”
“doyan banget ngatain orang”
“tutornya kak miss.Airin”dia nyenger. Jujur dalam hati aku sangat bersyukur kepada-Nya karena dia telah mengirimkan kak Obeth untukku,sabar, pergatian dan selalu mampu mengubah kerutan di dahiku menjadi seukir senyum di bibirku dan yang pasti dia sangat menyayangiku
padanya aku bisa bermanja,merengek plus sebagai sasaran kemarahanku saat aku sedang sebal banget karena terlalu banyak pikiran, bersamanya aku merasa seakan-akan aku tak akan pernah dewasa dari sakingnya dia memanjakanku. Yah itulah sosok tunanganku.
“turun yuk!”
“eh…”lagi-lagi aku melongo saat mobil kami berhenti tepat di depan suatu tempat yang sangantku kenal
“ngapain?” tanyaku ragu, pasalnya saat ini aku banar-benar tongpes,pasalany tadi pagi berangkat ke kampus buru-buru lupa bawa dompet di kampus malah minjem punya Ina
“tawuran, ya makan lah,katanya lapar?” dia menatapku heran, iya sih tadi aku bilang kalau aku lapa makanya pengen cepet-cepet pulang dan makan masakan kak One, bukan makan di sini
“ehm… eh.. anu”
“kakak yang traktir” putusnya
“heh? Sewar? Okelah kalau begitu” aku langsung ngacir dan tidak mempedulikan kak Obeth yang geleng-geleng kepala. Yup kami makan di sebuah warung makan favorite kami sejak kecil aku, kak One kak Oeth dan… Anas, ah kenpa aku haus ingat dia. Sebenarnya warung ini lebih pantas di sebut restaurant bamboo mini pasalnya tempatnya cukup luas dan semua serba bamboo mulai dari dindingnya,mejanya di sini gak pake kursi tapi lesehan di atas hamparan banbu yang udah di anyam sedemikian rupa satu meja bisa untuk 2 orang. Udara di sini juga cukup segar Karen daerah ini ada di puncak di samping kanan warung ini hamparan perkebunan the. Mengenai nama warung inicukup ajaib “Warung Seiapud Mak Zai”,mak Zai ini adalah perempuan paruh baya alias dah kepala 5 tapi walaupun gitu dia tetap segar bugar layaknya baru usia 35-an adapun yang dimaksud Seipud di sini adalah Seafood
“kalau orang tua
aku hany mengernyitkan dahi atas jawaban mak Zai tentang pertanyaaku kenpa warung ini dikasih nama SEIAPUD, atau kenapa gak sekalian tambah IN biar jadi SEIPUD-IN he he
“ehem, maaf Miss. Tukang ngayal sekarang anada sedang berada di tempat umum jadi berhenti dlu ngayalnya” aku gelagapan untuk kesekian kalinya karena untuk yang kesekian kalinya juga ketahuan ngelamun sehari ini, ini emang bukan yang pertama gak tahu juga kenapa aku suka banget ngayal atau sepupunya ngelamun ini.dan sekarng tidak hanya kak Obeth yang memergoki aku sedang ngelamun tapi mas-mas pelayan warung ini
“jadi…..” lanjut kak Obeth
“he he maaf…” lagi-lagi aku hanya nyengir malu sebelum melanjutkan memesan makanan
“mas lalapan bandeng plus sambal terasi jangan lupa kecamba uleknya terus….”
“tumis terung dan es batu” lanjut mas-mas pelayan itu
“hah? Kok tahu?”
“mas ini tadi yang pesenin buat mbaknya ketika mbaknya sedang…. Emh… melamun permisi…”pelayan itu meninggalkan kami eh aku yang sedang kebingungan, pandanganku beralih ke mahluk yang sedang duduk di hadapnku ini yang sekarang pura-pura sibuk memperhatikan pohon the di sebelah selatan kami
“ehemh..” aku berdehem berharap kak obeth akan meresponku
“ehem.. ehem..” untuk kedua kallinya tetep gak ada respon
“ehem-ehem-ehem” tepat setelah aku berdehem untuk yang ketigakalinya tiba-tiba hapku bunyi 11 pesan diterima
batuk? Dikomik aja.
Kami menyediakan berbagai macam jenis komik
mulai daei komi Doraemon sampe Airinmon :D
sender :5oUL
kontan mataku melotot terhadap mahluk di depanku ini yang ini sedang ngecungin jari-jarinya sebagai tenada damai
“pis ya…”
“aahhh… jahat-jahat Airin dikerjainn” aku terus melempari kak Obeth dengan sendok yang tadinya tertata rapi di hadapnku
“ampun ampun… maap… maap” ucapnya di tengah-tengah gelak tawanya
‘biarin, biar tahu rasa” ucapku sambil perlahan menghentukan aksiku abis takut kena damprat Mak Zai he he
“siapa suruh ngayal terus”
“ih kakak dah pesenin makan buatku,terus kenpa pelayan itu masih di sini dan kakak gak segera nyuruh dia pergi, biar semua orang tahu kalau aku tukang ngelamun” omelku
“he he he biar dia gak naksir kamu kalau tahu kamunya suka ngelamun, ntar dia
“selamat menikmati mbak… mas ” ah lagi-lagi aku ketahuan bengong sama mas-mas pelayan ini, dan pelayan itupun berlalu
“wuahhhh…… mantap, bismillah”
“eh tangannya ”aku tersentak saat kakak reflek menahan tanganku yang berniat mencomot ikan bendeng itu tanpa cuci tangan terlebih dahulu, kak Obeth sendiri gelagapan saat pandanganku tercengang ke tangan kak obeth yang tengah menggenggam tangnku dan melepaskannya seketika
“eh iya, makasih”
grogi ku cuci tangandan mencoba lebih santai mengatur detak jantungku, rasanya emang beda banget saat-saat aku bersama kak Obeth sebelum kami jadi tunangan dengan keadaan saat ini. Aku ngarasa agak kaku di hadapannya, gak tahu juga kenapa bisa jadi gini. Padahal dulu aku bebas ngomongon apa aja dan bertingkah seprti apa aja di hadapannya, selain karena kami memang etman sejak kecil juga karena aku sudah menganggap dia seoerti kakakku sendiri
“enak?”
“eh, iya enak banget”aku merasa lebih santai saan satu suapan nasi plus bandeng sambal terasi mengisi mulut lau terus ke lambungku, selanjutnya kakak terkekeh saat melihatku kepedasan dan kalang kabut buka botol air mineral
“sini” kak Obeth mengambil alih meneral dari tanganku dan menuangkannya ke gelasku yang telah treisi es batu
“nih” dia menyodorkan gelas itu
“makasih” tanpa babibu lagi langsung kuhabiskan sisa air di gelas itu
“samasekali gak ada sisi ceweknya” gumam kakak, tapi sangat jelas di pendengaranku
“eh?” aku menatapnya meminta jawaban
“eh, nggak, sambalnya top-markotop deh” ujarnya sambil melanjutkan makannya, aku tersenyum geli darimana dia tahu kalo sambalnya top-markotop seperti yang ia bilang, dia
Thanks ya Allah atas makanan yang lezat ini dan semoga berbarokah hingga bisa membuatku makin kuat untuk beribadah kepada-Mu dan terimakasih juga atas tunangan yang baik ini. Aku trsenyum sendiri sambil melanjutkan makanku
Kakak hanya tersenyum geleng-geleng kepala
ÏÏÏ
poetry_bungsu : assalamualaikum…..
kuarang lebih 5 bulanan aku kehilangan komonikasi dengan Anas, sejak kejadian di taman iti dia menghilang dari kehidupanku untuk keduakalinya. Aku tak pernah punya keberaian untuk menyapanya sekalipun kami berpapapsan di yahoo messenger atau di FB, karena aku takut, takut dengan perasaanku aku takut tidak bisa menjaganya setelah tahu bahwa semua kebenaran tentang cinta kami, masalalu kamidan malam ini tidak tahu kenapa tiba-tiba jari ku mengarahkan mouse dan menggklik namanya di daftar teman di Ymku dan mengetik salam tadi,dan yang terpenting adalah menjaga perasaan kakak yang selama ini selalu ada untukku dan selalu memaafkanku atas semua kesalahanku, selalu memaafkanku meski telah terlampau sering kusakiti hatinya, dengan masalah yang sama. Masalalu.
Sulung_nya : waalaikum salam….
Jantunggku berpacu lebih kencang dari biasanya saat terdengar bunyi BIB dari laptopku
poetry_bungsu : Kabar?
Sulung_nya : Baek…
Entahlah kenapa ake sepertinya menangkap sinyal “dingin” dari dirinya
poetry_bungsu :oo…. Masih betah di
Sulung_nya : Yups… gak ada pilihan lain
poetry_bungsu :Kapan pulang?
Bodoh.. kenapa harus kata itu yang keluar
Sulung_nya : Ntar lagi
Sulung_nya : Dah tingkat akhir
poetry_bungsu :Kira-kira?
Kepalang basah mandi aja sekalian
Sulung_nya : Satu tahun setengah
Sulung_nya : Atau 2 tahun lagi
poetry_bungsu :2 tahun? Oo…
Sulung_nya : yups doain aja moga lancar
poetry_bungsu :amin
Sulung_nya : kabarmu?
poetry_bungsu :Alhamdulillah sehat
Sulung_nya : Obeth?
poetry_bungsu :Alhamdulillah dia juga baik-baik aja
Sulung_nya : Salam untuknya
poetry_bungsu :InsyaAallah, gak bilang langsung aja?
Sulung_nya : InsyaAllah
poetry_bungsu :Off dulu… dah malam, thanks 4 nice chat n’ night
Sulung_nya : Yups nice dream
Setelah itu aku langung meng sign out Ymku. Kenapa? Kenapa aku tidak bisa bersikap wajar, kenapa dia seolah-olah membatasi diri dariku, aku hanya ingin memperbaiki semuanya, seperti dulu meski bukan dnegan lebel “kekasih” aku ingin memperbaikinya aku tidak ingin kemi terus-terusan begin, aku tersiksa dengan keadaan ini, aku ingin kami tetap biasa atau aku impianku terlalu tinggi bahwa kami akakn bisa jadi sepasang sahabat, atau ini tak penting baginya? Suaar Indra Sinaga mengalun dari nokiaku dan membuyarkan lamunanku, sebuah nama terpampang “5oUL”
Kutekan tombol hijau di sisi kanan hpku
“halo…” aku berusaha mengatur nada bicaraku sebiasa mungkin
“assalamualaikum”
aku nyengir dan menjawab salamnya
“belum tidur?”kudengar suara kakak serak
“udah dari tadi, ini saya jinnya Airin” jawabku
“eh maaf ini nomernya siapa ya? Dan Airin itu siapa?namanya kok ndeso banget” sialan kakak balik mengerjaiku
“mantunya presidan RI!”
“he he he” kudengar kakak terkekekh
Ini adalah kebiasaan kakak setiap malam dia pasti menelponku sekedar bilang selamat malam, met tidur dan sejenis kata-kata itu. Tapi jangan beranggapan kalau dia akan bilang kalau dari bibirnya akakn keluar kata saying, cinta, baby, darling, honey money dan sebagainya, abisnya dulu dia pernah kena damprat aku (sebelum kami tunangan dan status kami kakak-adik) karena dia bilang “sayang” padaku abisnya aku sangat risih dengan kata-kata itu, gimana ya bilangnya…. Kesannya gombal gitu.
“jangan terlalu larut tidernya, ingat kesehatan karena….”
“karena..?” lanjutku meminta jawaban
“ada seseorang yang selalu menyayangi dan menghawatirkanmu”
Serrrr…. Kurasakan desiran aneh di dadaku,kakak memang type yang berbeda dari cowok kebanyakan. Aku sangat yakin seandainya yang bilang tadi bukan kakak tapi cowok kebanyakan pasti tuh cowok akan bilang
“karena aku sangat menyayangimu dan menghawaturkanmu mencintaimu ” dan me-mu me-mu yang lainnya lagi dan yang pada akhirnya membuatku jengkel gara-gara kata itu
Seandainya cinta itu diukur dari kata yang terucap dari pasangan masing-masing maka dapat dipastikan kalau kakak tidak pernah menyayangiku, dan syukurnya ternyata bukan kata-kata yang menjadi takaran cinta yang sesungguhnya.
“ngorok non..?” pamggila kakak di ujung
“pasti lagi ngelamun” tambahnya
“kira-kira gimana nasibku setelah berkeluarga nanti ya? Punya istri ngayal terus, bias-bisa gak dikasih makan gara-gara keasikan ngayal…. Nasib… na..”
“eh aku
“eh, emang kakak bilang mau nikah dengan kamu?” ujar kakak sok bloon, tapi itu sukses membuat wajahku merah. Kena agi deh. Sebel!
“ya udah assalamualikum” kututup telponku. Aku sebel sendiri sama kakak, aku tahu dia tidak serius dengan apa yang dikatannya barusan tapi aku emang tipe orang yang sangat sensitive, dalam hal apapun dan kakak tahu itu. Sebel.
Akulah serpihan kisah masa lalumu
Yang sekedar ingin tahu keadaanmu
Tak pernah aku bermaksud mengusikmu
Mengganggu setiap ketenangan hidupmu
Hanya tak mudah bagiku lupakannmu dan pergi menjauh
Beri sedikit waktu
Agar ku terbiasa bernafas tanpamu
Handphonku kembali berbunyi dan tak kusentuh sedikitpun hingga Naga menyelesaikan lagu itu, hingga 5 missed call. Kuacuhkan telpon dari kakak. Aku sendiri menyadari sifatku yang seperti ini tapi aku tidak bias untuk mengubahnya, ya mungkin ini yang dinamakan karakter. Seperti yang pernah disampaikan oleh dosenku.
Tiba-tiba……. Mengalun dari hpku
1 message received from 5oUL, malas kuraih hpku
Kakak benar-benar minta maaf
jika ada kata-kata yang menyinggung
hatimu kakak hanya bercanda.
Tolong terima telpon kakak
Belum 5 detik setelah kubaca sms itu foto sesorang dengan kemejaputi terpampang di layer ponselku. Aku sama sekali tak berniat menerima telpon kakak.
3 missed call
1 sms masuk
Oke dah kalo’ masih marah kakak minta maaf
dan kakak akan selalu menunggu maaf darimu
ÏÏÏ
Sudah 3 menit aku di dalam mobil ini dan aku sama sekali tak berniat memulai obrolan walaupun sekedar bilang hai. Hingga kami sampai di Kampus. Saat aku akan keluar dari mobil, pintu gak bias dibuka.
“pintunya terkunci” ucapku tanpa memandang lawan bicaraku
“atau sengaja dikunci?” lanjutku, kurasakan kaka memperbaiki posisi duduknya mengjadap ke arahku
“kakak minta maaf”
“aku pikir tidak ada yang harus dimaafkan”
“tentang hal semalam…..”
“aku sudah memaafkannya” ya aku memang sudah memaafkannya, dan selalu begitu. Karena setelah kupikir-pikir itu bukan salahnya, tapi salahku yang terlalu sensitive. Selain itu ini dah hamper jam masuk dan aku harus buru-buru
“iya, tapi jangan diemin kakak seperti itu…”
“kapan aku diemin kakak?”
“lah itu dari tadi kita masuk mobil hingga kita nyampi di sini”
“lagi sariawan” jawabku sekenanya
“o.. gitu padahal tadi rencananya mau ngasih nih benda” pandanganku beralih ke tangan kakak yang sedang memegang tiga batang silverqueen chunky bear ukuran jumbo.
“berhubung sariawan jadi….” Belum sempat kakak menyelesaikan kata-katanya tanganku sudah menyambar tiga cemilan favoriteku itu dan juga membuka kunci mobil.
“thanks ya kak, dah jam masuk nih” aku keluar dari mobil sambil melangkah riang menuju gerbang. Dam aku patikan kakak hanya geleng-geleng kepala di tempatnya. Sebelum masuk kelas kusempatkan sms kakak
Jadi pengen ngambek tiap hari
Belum satu menit sudah ada balasan
Boleh tapi harus setelah akad dulu J
Cepet-cepet ku balas
Maunya :P
Kakak balas lagi
Ya, emang mau kakak :D
Eh ada salam dari seseorang
Aku balas lagi
Siapa?
Kakak balas lagi
Seseorang yang sangat menyeyangimu
katany jangan suka ngambek biar gak cepet jadi nenek-nenek
Aku tersenyum membacanya dan kembali ku balas
Sampaikan padanya
kalau aku jadi nenek-nenek dia pasti ikut jadi kakek-kakek,
bahkan bias jadi kakeknya nenenk
ada apa lagi yaaa....???????????
