LAGUKU INSPIRASIKU
Tulisan ini diterbitkan Radar Madura untuk rubrik KEKER_PLUS (Ahad,18 Januari 2009)
Lagu favorit? Wow! Hidup tanpa lagu bagai sayur tanpa masako. Tapi bener, lho. Tanpa lagu hidup terasa hampa. Hambar banget. Saya sendiri termasuk mania lagu, terlebih genre pop Indonesia yang saat ini lagi digandrungi kaum remaja seperti saya. Semua orang akan bilang dengan musik kita bisa ngilangin rasa bosan, bete, atau bisa sedikit ngurangin rasa sedih bagi yang lagi putus cinta. Tapi jangan sampai salah pilih lagu, kalo lagi patah hati karena diduain jangan dengerin demi waktunya Ungu, bisa-bisa yang gak kuat imannya gantung diri. Lebih oke dengerin aja suara Tika Projec Pop dkk, lewat bukan superstarnya. Barangkali lagu itu bisa bikin kita sedikit ceria. Selain itu, lagu bagi saya pribadi adalah inspirasi. Saya termasuk makhluk yang “agak” suka corat-coret, --termasuk corat-coret tembok kampus! Hik! Dan musik sangat berperan sebagai inspirasi terbesar bagi hobi saya itu. Menulis cerpen misalnya.
Baru-baru ini saya sangat tertarik dengan kuberharap-nya Hijau Daun suara yang memang lagi booming di kalangan saya saat ini. Saya jadi ngebet banget untuk bikin semacam oretan yang barangkali bisa dikategorikan cerpen, berkisah tentang seseorang yang pisah sama pujaan hatinya sedangkan ia masih sangat mengharapkan sang pujaan.
Selain alasan itu (inspirasi), seseorang biasanya menyukai sebuah lagu karena satu dan lain hal. Diantaranya, karena vokalisnya yang (ehem..) cakep, suaranya megang banget!, atau karena ikut-ikutan teman karena lagu itu lagi hit alias terdengar dimana-mana. Tapi yang paling banyak biasanya alasan mereka memilih sebuah lagu karena lirik lagu itu sejalan dengan kisah hidupnya, misalnya dia lagi ada hati sama seseorang tapi tidak berani mengungkapkan isi hatinya maka seharian ia akan nyanyi cinta dalam hati-nya Ungu, atau seseoarng yang sangat optimis bahwa dia bisa mendapatkan orang yang jadi pujaan hatinya, maka liriknya akan senantiasa mengalir dari bibirnya, “aku bisa membuatmu cinta kepadaku meski kau tek pernah cinta kepadaku…” wah, optimis tingkat tinggi tuh. Atau seseorang akan nyanyi dengan syahdu liriknya Ressa karena ia “menyesal” telah mengenalkan kekasihnya sama temennya, eh malah diambil temnnya itu . Apes!
Ada satu pendapat lagi yang bisa dikatakan unik, mengatakan bahwa dengan lagu kita bisa tambah pinter. Kenapa tidak? Saya punya seorang teman yang “Cinta Mati” sama lagu-lagu barat, mulai lagu-lagu Britney, Westlife, Linkin Park sampai laguny sang legenda Michael Jackson, pokoknya yang all about english deh, pas saya tanya apa dia paham maksud lagu itu, eh ternyata dengan santainya dia ngejelasin maksud dari lagu-lagu itu. Saya tanya lagi bagaimana dia “sebegitu” pahamnya dengan maksud lagu itu? Jawabnya “namanya juga ngefans, gak apa-apa bela-belain ngubek-ngubek kamus Jhon Echols sekalian nambah kosa kata”. Nah lo? Bener kan secara tidak langsung kita bisa refreshing dan nambah pinter. Lagu Indonesia bukan hanya untuk refreshing saja, seperti yang saya bahas di atas tadi, lagu bisa jadi inspirasi bagi kita, dengan menulis misalnya, lama-lama siapa tahu bisa jadi penulis yang “bener-bener” penulis.
Tapi ada hal yang labih penting lagi, sah-sah saja kita “sakau” akan lagu-lagu, tapi jangan jadikan itu alasan kita lupa akan kewajiban kita sebagai pelajar. Intinya pinter-pinter manfaatin waktu lah.
Read more...
Lagu favorit? Wow! Hidup tanpa lagu bagai sayur tanpa masako. Tapi bener, lho. Tanpa lagu hidup terasa hampa. Hambar banget. Saya sendiri termasuk mania lagu, terlebih genre pop Indonesia yang saat ini lagi digandrungi kaum remaja seperti saya. Semua orang akan bilang dengan musik kita bisa ngilangin rasa bosan, bete, atau bisa sedikit ngurangin rasa sedih bagi yang lagi putus cinta. Tapi jangan sampai salah pilih lagu, kalo lagi patah hati karena diduain jangan dengerin demi waktunya Ungu, bisa-bisa yang gak kuat imannya gantung diri. Lebih oke dengerin aja suara Tika Projec Pop dkk, lewat bukan superstarnya. Barangkali lagu itu bisa bikin kita sedikit ceria. Selain itu, lagu bagi saya pribadi adalah inspirasi. Saya termasuk makhluk yang “agak” suka corat-coret, --termasuk corat-coret tembok kampus! Hik! Dan musik sangat berperan sebagai inspirasi terbesar bagi hobi saya itu. Menulis cerpen misalnya.
Baru-baru ini saya sangat tertarik dengan kuberharap-nya Hijau Daun suara yang memang lagi booming di kalangan saya saat ini. Saya jadi ngebet banget untuk bikin semacam oretan yang barangkali bisa dikategorikan cerpen, berkisah tentang seseorang yang pisah sama pujaan hatinya sedangkan ia masih sangat mengharapkan sang pujaan.
Selain alasan itu (inspirasi), seseorang biasanya menyukai sebuah lagu karena satu dan lain hal. Diantaranya, karena vokalisnya yang (ehem..) cakep, suaranya megang banget!, atau karena ikut-ikutan teman karena lagu itu lagi hit alias terdengar dimana-mana. Tapi yang paling banyak biasanya alasan mereka memilih sebuah lagu karena lirik lagu itu sejalan dengan kisah hidupnya, misalnya dia lagi ada hati sama seseorang tapi tidak berani mengungkapkan isi hatinya maka seharian ia akan nyanyi cinta dalam hati-nya Ungu, atau seseoarng yang sangat optimis bahwa dia bisa mendapatkan orang yang jadi pujaan hatinya, maka liriknya akan senantiasa mengalir dari bibirnya, “aku bisa membuatmu cinta kepadaku meski kau tek pernah cinta kepadaku…” wah, optimis tingkat tinggi tuh. Atau seseorang akan nyanyi dengan syahdu liriknya Ressa karena ia “menyesal” telah mengenalkan kekasihnya sama temennya, eh malah diambil temnnya itu . Apes!
Ada satu pendapat lagi yang bisa dikatakan unik, mengatakan bahwa dengan lagu kita bisa tambah pinter. Kenapa tidak? Saya punya seorang teman yang “Cinta Mati” sama lagu-lagu barat, mulai lagu-lagu Britney, Westlife, Linkin Park sampai laguny sang legenda Michael Jackson, pokoknya yang all about english deh, pas saya tanya apa dia paham maksud lagu itu, eh ternyata dengan santainya dia ngejelasin maksud dari lagu-lagu itu. Saya tanya lagi bagaimana dia “sebegitu” pahamnya dengan maksud lagu itu? Jawabnya “namanya juga ngefans, gak apa-apa bela-belain ngubek-ngubek kamus Jhon Echols sekalian nambah kosa kata”. Nah lo? Bener kan secara tidak langsung kita bisa refreshing dan nambah pinter. Lagu Indonesia bukan hanya untuk refreshing saja, seperti yang saya bahas di atas tadi, lagu bisa jadi inspirasi bagi kita, dengan menulis misalnya, lama-lama siapa tahu bisa jadi penulis yang “bener-bener” penulis.
Tapi ada hal yang labih penting lagi, sah-sah saja kita “sakau” akan lagu-lagu, tapi jangan jadikan itu alasan kita lupa akan kewajiban kita sebagai pelajar. Intinya pinter-pinter manfaatin waktu lah.
